Kemarin entah kesambet jin apa, setelah shalat subuh kami
gak balik tidur lagi. Padahal biasanya jangankan hri minggu hari biasapun klu
lagi males suka balik tidur lagi xixiixixi. Pas skitaran setengah 6 tetiba bond
ngasih ide gimana kalau kita ke PPA aja, PPA atau singkatan dari Pusat
pelestarian alam adalah nama lain dari kawasan Taman nasional Rawa Aopa
Watumohai yang terletak kurleb 40 km dari Bombana. Kalau orang2 bombana jarang
nyebut Rawa Aopa kebanyakan pada nyebut PPA.
Langsung aja grasa grusu mandi dan cus tanpa sarapan dulu,
karena pom bensin belum buka (di rumbia ibu kota bombana Cuma ada satu pom
bensin itupun g buka 24 jam :D) kami lanjut aja dan beli bensin eceran di
pinggir jalan… sempat pen mampir ke warung coto di daerah sebelum taman
nasional buat sarapan tapi belum buka, jadi mampir aja di warung kecil beli
aqua dan biscuit buat bekal di jalan. Asli dech, jalan2 pagi itu tapa rencana,
tanpa persiapan, tapi seruuuuuu.
Tiba di gerbang Taman nasional sekitaran jam 7, udara masih
segar banget. Dan sejauh mata memandang yang ada Cuma hamparan hijau sepanjang
kurang lebih 22km. mengapit jalan aspal mulus seperti tol hasil bantuan dari
pemerintah Australia. Kedaraan yang lewat Cuma satu dua,, jadi gak adalah ya
yang namanya polusi :D. memang di tengah kawasan taman nasional ini merupkan
jalur darat penghubung antara Kab. Bombana dengan kabupaten lain seperti
Konsel, dan Kota kendari. Jadi kalau temans pengen Ke Bombana lewat jalur darat
dari Kendari ya musti lewat Taman nasional ini, unikkan ;)
| pintu gerbang menuju kawasan Taman Nasional |
| Plang Australia,, kapan ya bisa ke Australia sungguhan :D |
Menurut info yang saya dapat dari web Departemen Kehutanan
disini Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai ini luasnya sekitar 105.194 hektar
luas banget kan ya. merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan pegunungan
rendah, hutan bakau, hutan pantai, savanna dan hutan rawa air tawar di
Sulawesi. Jadi kalau temans menyempatkan diri main kesini mata akan dimanjakan
dengan savanna menghijau yang membentang sejauh mata memandang. Sepertinya anak2
biologi bakalan betah kalau penelitian disini.
| di tepi Padang Sabana |
Vegetasi savanna di Taman nasional ini juga memiliki
keunikan dan ciri khas tersendiri karena merupakan gabungan antara padang
rumput dengan tumbuhan sejenis agel, lontar dan bambu duri serta semak belukar
juga tumbuhan yang tumbuh di sepnjang sungai yang mengaliri padangnya. Keaneka ragaman
tumbuhan di dalam kawasan ini sangat menonjol setidaknya tercatat 89 famili,
257 genus dan 323 spesies tumbuhan di antaranya tumbuhan lara, kalapi, Lontara
dan Bunga teratai.
| Sebenarnya di tengah Savanah itu ada burung unik, baru skalinya itu kami liat sayang |
Kawasan ini juga merupakan habitat berbagai jenis burung
tercatat 155 jenis burung didalamnya, 32 jenis diantaranya tergolong langka dan
37 jenis tergolong endemic. Burung2 tersebut antara lain Maleo, Bangau
Tong-tong (g usah ke taman nasional kalau bangau sich ini banyak juga di sawah2
penduduk dekat rumah kalau lg musim tanam tiba, mungkin yang bermigrasi dari
taman nasional kali ya krn jumlahnya bisa sampe ratusan ekor), kakatua putih
besar (Lembaga Konservasi Kakatua sampe datang ke daerah ini untuk penyuluhan
ke penduduk karena banyak banget yang nangkap burung ini buat di jual), elang
alap dada merah, dan ada satu jenis endemic Sulawesi Tenggara yaitu burung
kacamata Sulawesi, menurut infonya lagi burung ini sudah gak pernah terlihat
sejak puluhan tahun yang lalu namun saat ini ada di Taman nasional rawa Aopa.
Pantas saja waktu main kesana banyak banget burung aneh2 yang sempat terlihat
dan melintas, sayang karena kami Cuma berbekal kamera handphone gak ada satupun
yang berhasil kami capture. Hikz
Selain aneka burung, Taman nasional rawa Aopa juga merupakan
habitat dari kera hitam, Rusa dan binatang endemic Sulawesi Anoa yang langka
dan mulai terancam punah akibat perburuan liar. Anoa atau babi Rusa ini di
abadikan dalam Lambang Provinsi Sulawesi Tenggara, dan alasan kenapa Sulawesi
Tenggara/kendari kerap disebut dengan nama Bumi Anoa.
| Papan penunjuk kawasan pengamatan burung |
| liat burung lg pacaran, yang kek gini banyak banget cuma ya krn gak punya kamera gak bisa capture dech. sepertinya harus menabung keras buat dapet kamera ini *alesan :D |
Menurut cerita warga local sekitaran 10-15 tahun yang lalu
jika kita melintas dikawasan taman Nasional ini kita akan sering menjumpai rombongan
kera dan rusa yang lalu lalang tapi sekarang sudah mulai jarang akibat pemburu
liar yang kurang bertanggung jawab. Hewan2 tersebut semakin terdesak ketengah,
sekarang merupakan satu keberuntungan bisa berpapasan dengan mereka. Saya sendiri
Cuma pernah melihat kera hitam sekeluarga yang melintas itupun Cuma beberapakali
padahal saya melewati areal ini sudah ratusan kali.
Kemarin juga kami sempat masuk 10 km ke dalam hutan untuk
meliat kawasan pengamatan burung, dan ternyata kami menemukan kawasan daerah
adat Hukaea laeya yang merupakan kampung pertama di Bombana ini. Sudah sering
mendengar nama ini tapi baru sekali itu melihat langsung desa dan penduduknya. Tapi
untuk desa adat dan perjalanan ke Hukaea ini akan saya ceritakan di next post
ya, krn post ini sepertinya udah kepanjangan…
| Liat plang itu, tapi saya bukan rusa ya xixixiix |
| skali2 pasang foto Bond, jangan saya mulu yang narsis xixiixiix |
| skali lagi nampang hahahahah |
Oh iya, kalau temans ada rencana main kesini tenang aja
selain di lengkapi dengan camping ground dan hutan pendidikan, kalian bisa
dapat pemandu di pos penjagaan hutan, penduduknya juga ramah2 kok, inshaallah
gampanglah buat dapat tebengan nginap. Saya dan suamipun bersedia kok jadi
teman perjalanan kalian. Meskipun pegetahuan kami tentang taman nasional ini
masih sangat ecek2…
PS Postingan Foto2 ini juga menjawab janji pada teman2 buat posting banyak2 tentang Bombana, tenang setelah ini bakalan banyak edisi lanjutan xixixixix
PS Postingan Foto2 ini juga menjawab janji pada teman2 buat posting banyak2 tentang Bombana, tenang setelah ini bakalan banyak edisi lanjutan xixixixix
jadi ada yang minat main kesini????
Cheers
RheY





